Tur di Bali

informasi tour murah ke bali

Tradisi Wisata di Bali

Tinggalkan komentar

Tradisi Wisata di Bali :

* Singaraja :

  • Gebug Ende
    Terletak di Desa Patas Kecamatan Grokgak ± 40km dari Kota Singaraja. Ini adalah sebuah tarian yang gerakannya hampir sama dengan gerakan silat tetapi menggunakan alat/sarana berupa ‘tamiang’ (perisai) yang terbuat dari kulit sapi dan alat pemukulnya menggunakan rotan. Seperti perang satu lawan satu dan saling membalas pukulan. Biasa dilaksanakan pada musim kemarau panjang sekitar bulan Oktober. Tarian ini digunakan untuk memohon hujan dan sebagai sarana mengusir wabah penyakit.
  • Sampi Gerumbungan
    Ini adalah sebuah kesenian Yang dipadukan dengan kegiatan olahraga biasa dilaksanakan pada bulan Agustus dilapangan Desa Kaliasem Lovina ± 11km dari Kota Singaraja. Tradisi ini sudah ada sejak dulu dan sudah sangat digemari oleh para petani. Gerumbungan itu berupa genta besar yang digantungkan pada leher sapi jantan. Sepasang sapi yang sudah terlatih dihubungkan pada lehernya dengan menggunakan sebuah alat dari kayu ‘uga’.

* Negara :

  • Jegog
    Jegog adalah sebuah pertunjukan tabuh yang mengiringi tarian khas Bali. Jegog sangat terkenal terutama di Jepang, Setiap tahunnya Jegog akan tampil di Jepang ± tiga kali. Sedangkan di Desa Sangkarung sendiri Jegog akan di pentaskan di Sanggar Jegog Suar Agung setiap hari minggu dan kamis untuk menghibur wisatawan. Wisatawan juga dapat memainkan/menabuh Jegog di sanggar ini.
  • Makepung
    Adalah sebuah perlombaan/kompetisi dengan menggunakan kerbau yang kepalanya di hias dengan warna keemasan sebagai penarik kendaraan yang disebut dengan cikar. Perlombaan/kompetisi ini di ikuti secara berkelompok/bergrup dimana peserta terbagi atas Grup Barat dan Grup Timur. Lomba ini dilaksakan saat event tetap seperti Gubernur dan Bupati Cup dan selalu diiringi dengan musik Jegog dan tari Mekepung yang dibawakan oleh remaja putri Jembrana.

* Denpasar :

  • Ngerebong/Ngurek
    Adalah tradisi yang dengan tidak sadar(kerasukan) menancapkan keris di dada, leher bahkan ubun-ubun, namun mereka tidak ada yang terluka, meskipun telah ditancapkan keris berkali-kali, kekuatan magis dari roh yang menguasai mereka memang membuat mereka seolah-olah kebal tidak terlukai oleh senjata. Tradisi ini dilaksanakan di Pura Pangrebongan, Desa Kesiman, Denpasar.
  • Omed-Omedan
    Adalah tradisi tarik menarik yang diikuti dengan berciuman. Dilakukan oleh pemuda-pemudi yang belum menikar umur 17-30 tahun. Dilaksanakan hanya pada saat Ngembak Geni(sehari setelah Hari Raya Nyepi) di desa Sesetan, Denpasar Selatan.

* Karangasem :

  • Perang Pandan/Mekare-Kare
    Adalah sebuah tradisi perang dengan senjata pandan berduri dan perisai yang terbuat dari rotan yang dilakukan satu lawan satu. Tradisi ini dilakukan di Desa Tenganan Dauh Tukad pada bulan kelima(kalender Bali) selama dua hari

*Badung :

  • Mekotek
    Adalah sebuah tradisi di Desa Munggu yang diselenggarakan pada saat Hari Raya Kuningan(6 bulan kalender Bali). Atraksi ini menggunakan kayu dan akan ada orang yang naik ke puncak kayu tersebut.
  • Perang Tipat Bantal(Aci Rah Pengangon)
    Adalah sebuah tradisi di Desa Kapal yang diselenggarakan setiap Bulan Keempat dalam penanggalan Bali (sasih kapat) sekitar bulan September – Oktober. Tipat/ ketupat terbuat dari beras yang dibungkus dalam anyaman janur/daun kelapa yang masih muda berbentuk segi empat sedangkan Bantal terbuat dari beras ketan yang juga dibungkus dengan janur namun berbentuk bulat lonjong.

Penulis: info tour bali

Informasi seputar paket tour bali dan harga murah tour ke bali hub 0361 484389

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s